Saturday, April 3, 2010

Nekrosis Kortikalis

DEFINISI
Nekrosis Kortikalis adalah suatu kematian jaringan ginjal yang jarang terjadi, yang mengenai beberapa atau seluruh bagian luar ginjal (korteks), tetapi tidak mengenai baigan dalam ginjal (medula).


PENYEBAB
Nekrosis kortikalis terjadi akibat adanya penyumbatan pada arteri kecil yang menuju ke korteks ginjal, yang bisa disebabkan oleh berbagai keadaan. Sekitar 10% kasus terjadi pada bayi dan anak-anak.

Pada bayi baru lahir, nekrosis kortikalis terjadi karena:
- persalinan yang disertai dengan abruptio placentae - sepsis bakterialis.
Pada anak-anak, nekrosis kortikalis terjadi karena:
- infeksi
- dehidrasi
- syok
- sindroma hemolitik-uremik.

Pada dewasa, 30% kasus disebabkan oleh sepsis bakterialis. Sekitar 50% kasus terjadi pada wanita yang mengalami komplikasi kehamilan:
- abruptio placenta
- placenta previa
- perdarahan rahim
- infeksi yang terjadi segera setelah melahirkan (sepsis puerpurium)
- penyumbatan arteri oleh cairan ketuban (emboli)
- kematian janin di dalam rahim
- pre-eklamsi (tekanan darah tinggi disertai adanya protein dalam air kemih atau penimbunan cairan selama kehamilan).

Penyebab lainnya adalah:
- penolakan terhadap pencangkokan ginjal
- luka bakar
- peradangan pankreas (pankreatitis)
- cedera
- gigitan ular
- racun (misalnya fosfat atau arsen).


GEJALA
Nekrosis kortikalis memberikan gejala yang menyerupai gagal ginjal lainnya. Pembentukan air kemih berkurang secara tiba-tiba dan secara radikal tanpa adanya bukti penyumbatan ureter atau kandung kemih. Dalam air kemih ditemukan darah. Sering terjadi demam dan tekanan darah tinggi yang ringan atau bahkan tekanan darah rendah.


DIAGNOSA
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan USG atau CT scan. Biopsi dan arteriografi tidak selalu harus dilakukan. Endapan kalsiuim yang tampak pada foto rontgen menunjukkan adanya nekrosis kortikalis renalis, tetapi gambaran ini terlihat pada stadium lanjut penyakit sebagai akibat dari penyembuhan dan hanya ditemukan pada 20-50% penderita. Air kemih mengandung protein, sel darah merah dan darah putih. Pada stadium awal penyakit, kadar beberapa enzim dalam darah tinggi.


PENGOBATAN
Untuk gagal ginjal dilakukan dialisa atau pencangkokan ginjal. Sekitar 20-40% penderita mengalami perbaikan fungsi ginjal parsial.