Wednesday, December 30, 2009

Polikondritis Kambuhan

DEFINISI
Polikondritis Kambuhan adalah suatu penyakit yang jarang, yang ditandai dengan episode nyeri pada peradangan destruktif tulang rawan (kartilago) dan jaringan ikat lainnya di telinga, persendian, hidung, pita suara (laring), trakea, bronki, mata, katup jantung, ginjal dan pembuluh darah.

Penyakit ini menyerang pria dan wanita, biasanya pada usia pertengahan.

GEJALA
Yang khas adalah kedua telinga menjadi merah, membengkak dan sangat nyeri.

Pada saat yang bersamaan, atau di kemudian hari, bisa terjadi artritis, yang bisa bersifat ringan atau berat. Persendian manapun bisa terkena.

Tulang rawan (kartilago) yang menghubungkan tulang iga dengan tulang dada, bisa mengalami peradangan. Kartilago hidung juga merupakan tempat yang sering mengalami peradangan.

Bagian tubuh lainnya yang mengalami peradangan adalah mata, laring, trakea, telinga sebelah dalam, jantung, pembuluh darah, ginjal dan kulit.

Masa kekambuhan dari peradangan dan nyeri bisa berlangsung selama beberapa minggu, lalu sembuh selama beberapa tahun.

Pada akhirnya, kartilago bisa mengalami kerusakan, menyebabkan telinga terkulai, batang hidung yang landai dan gangguan penglihatan, pendengaran dan keseimbangan.

Penderita bisa meninggal jika mengalami penyermpitan saluran pernafasan atau jika jantung dan pembuluh darahnya mengalami kerusakan hebat.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan bila ditemukan minimal 3 dari gejala-gejala berikut:
  • Peradangan kedua telinga
  • Nyeri dan peradangan pada beberapa sendi
  • Peradangan tulang rawan hidung
  • Peradangan mata
  • Kerusakan pada tulang rawan di saluran pernafasan
  • Gangguan pendengaran atau gangguan keseimbangan.

Biopsi dari kartilago yang terkena bisa menunjukkan kelainan yang khas dan pemeriksaan darah bisa menemukan tanda-tanda peradangan menahun.

PENGOBATAN
Polikondritis kambuhan yang ringan bisa diobati dengan Aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya (misalnya ibuprofen).

Pada kasus yang lebih berat, diberikan prednison dosis harian, lalu dosisnya dikurangi sejalan dengan perbaikan dari gejala-gejalanya.

Kadang-kadang kasus yang kritis diobati dengan obat imunosupresan seperti siklofosfamid.